aku adalah angin...

as free as the wind...

sometimes i wish life had a skip button.

bangkitlah
jangan terus terpuruk di situ
biarkan mimpi itu berlalu
biarkan ia menjauh...

ada seorang lelaki berdiri di balik pintu. mengetuk pintu itu berkali2, seolah seluruh energi yg mengalir di tubuhnya ditumpukan hanya untuk mengetuk pintu itu. dan anehnya, lelaki itu seperti menyukai energinya terperah begitu dan juga menikmati keringatnya yg tidak henti2 mengalir.


dan lelaki itu terus menunggu di balik pintu. sambil tangannya bagaikan tidak jemu mengetuk daun pintu itu. lagi, dan lagi.


di dalam, seorang perempuan terpunduk diam. oh, tidak. mulutnya memang terkunci, tapi tubuhnya bergetar hebat dan air matanya terus menitis. dia betul2 ingin bangun dan membuka pintu itu, namun dia tidak mampu. sekuat mana pun dia mengerah kudratnya, dia tetap tidak berdaya.


di luar, lelaki itu masih berdiri di balik pintu. menunggunya sambil terus mengetuk pintu. ketukannya terkadang kedengaran keras dan menakutkan, terkadang mendatar, terkadang berirama seperti paluan gendang. namun apabila keletihan, dia akan menyalakan rokoknya, kemudian bermain dengan kepulan2 asap sambil telinganya bekerja keras cuba menangkap sebarang bunyi yg terhasil dari balik pintu di sebelah dalam. lelaki itu hanya mampu membayangkan bagaimana keadaannya jika akhirnya pintu itu terbuka untuknya.


dan kerana itulah lelaki itu masih ada di balik pintu itu. kerana dia meyakini pasti akan sampai saatnya dia melepasi pintu itu.


namun, dalam getar tubuh yg menggila, dalam esak tangis mencengkam dada, lambat2 perempuan itu berbisik,


'pleaseee... will u please, just leave. u know u're not the one i'm waiting for...'


sayangnya, bisikan perlahan itu tidak didengari lelaki di luar sana...

we don’t know what we’ve got until we lose it.

it’s the essence of life.

u have yet to lose me.

hold or let go.

perahu kecilnya kini di tengah badai
terumbang ambing dalam rasa dan kenangan lalu
berapa lagi jeram kenangan harus diharungi
berapa lagi gelombang ingatan harus dihadapi
berapa jauh lagi bayangan ini akan menghantui

seperti kerling mata, atau senyum sendu
memberi berbagai tanda tentang hati yang meluka
ingin dihentikan pelayaran cinta itu
tapi tenaganya tiada daya

pada keluasan samudra
remang cahaya mengundang gerimis menghiris
angin menampar pipi menyadarkannya dari mimpi
kabut memutih lukisan tentang seseorang yang tiada lagi

tersayat dalam rindu yang mencengkam
walau parah dengan luka yang tertinggal
nyata belum juga dia bisa melupakan cinta itu
sudah habis waktunya cuba menghentikan semua ini
namun kian banyak helaian terbuka
rahsia demi rahsia

dalam kelukaan
dirayakan pesta kemenangan
meraikan kekalahan diri
kerana katanya
'aku lebih berhak atas diriku sendiri!!!'

ultimately
are we all looking for love?
eternal love?
God's love?

walau perih terasa di dada
dia takkan bisa membenci nya
dia takkan mampu walau telah keras mencuba
akhirnya dia memilih untuk tetap menyayangi
dengan caranya sendiri

dia hanyalah pujangga picisan
yang larut dalam puisi murahan
yang mudah dibuang dan dilupa tanpa perasaan
tapi dia juga punya hati
yang akan tetap berjuang sampai mati

Apakah kau menyayangiku
Siapa yang akan menjawab ya atau tidak
Apa yang dibuktikan atau ditolak
Waktu jiwaku bertanya begitu


Aku sedih melihat hatimu hari ini
Tidak pernah terbuka kepadaku
Sebuah pelabuhan tenang tempat ku menambatkan
Perahu dari keresahan hidup adalah hatimu


Begitu aku merindukanmu dalam setiap malamku
Suaramu menenangkan kegundahan dalam hatiku
Senyum mu melunturkan setiap kesedihanku
Ternyata dalam detik ini kau hadir disampingku
meskipun hanya sebuah bayangan kecil


Dikala sunyi segala sesuatu terasa sepi
Hanya raut malam yang terlihat dari kejahuan
Disudut jendela ku menatap bintang
Dan ku temukan kedamaian karena kau bintang kehidupan


Angin hempaskan lamunanku tatkala aku mulai terlelap
Dan kau masih disana tetap berdiri dengan terang sinar menemani sepinya malamku
Tak pernah aku hidup ataupun memahami nyeri dan bahagia dalam kehidupan
Seberapa besar suka cita bergantung dari sepatah kata dan sepenggal senyum
aku tidak mengerti bahwa surga dapat ditemukan di dunia


Sebelum hatiku dilanda cinta
Tetapi kini aku mulai sedikit mengerti
Kau boleh ragukan bintang adalah api yang menyala
Matahari bergerak mengelilingi semesta
Antara gerak dan tindakan,antara perasaan dan tanggapan
Tapi jangan pernah meragukan cintaku...


Sekiranya kamu dapati dirimu dengan sepenuh hati menyintai seseorang yang tidak membalas cintamu, janganlah merasa tersisih dan kecewa. Tiada salahnya menyintai seseorang kerana cinta tidak memilih untuk singgah di hati seseorang.


Sekiranya kamu dicintai oleh seseorang yang tidak kamu cintai, anggaplah ia satu penghormatan buat dirimu tetapi kembalikan penghormatan itu dengan cara yang ikhlas dan jujur. Jangan ambil kesempatan dan janganlah melukakan.


Sekiranya kita bercinta dengan seseorang yang begitu menyintai dirimu dan tiba-tiba cinta memilih untuk pergi, tiada siapa yang harus dipersalahkan, relakanlah cinta itu pergi. Kerana setiap yang berlaku ada hikmahnya yang tersembunyi... Dan kita akan menyedari apabila masa silih berganti.


Bagaimana kamu mengurusi cinta begitulah kamu mengurusi dirimu dan setiap hati dan perasaan mengalami kepedihan dan kebahagiaan yang serupa sekalipun cara setiap orang mengendalikannya berbeza.


Ingatlah bahawa jangan terlalu memilih cinta. Kerana cinta itu sendiri akan memilih untuk singgah di hati sesiapa, kamu hanya perlu menerima kehadiran cinta itu dengan segala misteri di dalamnya apabila ia datang mengetuk pintu hatimu.


Nikmatinya sebagaimana ia membuat hidupmu bahagia dan bebaskan ia saat ia harus pergi tetapi janganlah kau menangisinya. Cinta sentiasa dan selamanya akan menjadi misteri. Bersyukurlah kerana ianya pernah singgah di hati kamu…

bayangkan saat kau sedang berehat santai di tepi sebuah tasek yg tenang dan jernih airnya. dgn dalih mengusir rasa bosan kau ambil sebutir batu kecil yg bertaburan di sebelah kaki kananmu, dan dgn rasa ringan kau lemparkan tepat ke tgh tasek yg tenang.


tiba2 kedamaian dan ketenangan air tasek terusik oleh gelombang dan ratusan riak lingkaran ketika sebutir kerikil yg kau lempar melayang ke udara dan jatuh menyentuh permukaan tasek itu.

tak perlu menunggu lama, alunan lingkaran itu akan menghilang, riak air tasek yg bergelombang kembali tenang. sungguh suasana yg sgt mengagumkan, begitu tenang, sunyi, damai, dan sabar. mungkin udara yg membuat sang tasek lupa bahawa kedamaiannya itu pernah direnggut oleh sebutir kerikil akibat tindakan kau yg sekadar suka2 itu.

tapi pernah kah kau tau, walaupun tasek itu kembali tenang, meskipun air tasek itu tak lagi beriak, tapi kerikil yg kau lemparkan itu masih tetap berada di dasar sana. terdiam pada dasar tasek yg kelam?

tasek itu tak lagi sama saat kerikil yg kau lemparkan dgn niat suka2 tanpa makna itu menyentuh dasarnya.

pernahkah kau sedar akan hal itu?
atau memang kau sudah terlalu biasa lalu menjadi bebal dan kebal untuk merasakannya?



kamu, semoga dlm tidurmu, kau tak pernah bermimpi buruk dikejar dihambat penunggu tasek2 laen yg memburumu sambil mengacu2 tombak trisulanya untuk memutilasi kamu!!!