aku adalah angin...

as free as the wind...

All Good Things Come to An End


bohong besar kalau aku kata aku tak perlu apapun darinya.

tipu benar kalau aku kata aku tak ada sebarang kepentingan padanya.
BETUL!!!

aku perlukannya dan aku memiliki kepentingan padanya.

aku perlu dia untuk membuat aku tetap menjadi diri aku sendiri.

aku perlu dia untuk membuat aku rasa diri aku adalah perempuan yg sbnrnya.

aku perlu dia untuk mengingatkan aku bahawa aku juga adalah manusia yg punya perasaan dan segala mcm masalah.

aku perlu bahunya saat bahu aku sendiri dah tak mampu menanggung beban yg menghenyak.

aku perlu dia untuk mengatakan tidak atau jangan, atau apa saja dgn segala alasannya, yg jarang sekali aku persetujui.

aku perlu pandangan dia atas perkara yg aku lakukan, walaupun tak selalu aku endah.

memang

padanya tempat aku menghambur marah.

padanya tempat aku mengesat air mata yg tumpah.


tapi

aku juga membencinya!!!

benci kerana dgnnya aku menjadi perempuan lemah.

benci kerana dgnnya aku menjadi manusia lembik.

benci kerana dgnnya aku tak kenal siapa diri aku.

benci kerana dgnnya juga aku jumpa diri sebenar aku.

paling aku benci, dia masih menerima aku tak kira apa pun yg aku dah buat supaya dia benci aku!!!

dan untuk itu aku jadi benci pada diri sendiri kerana pada akhirnya aku tetap datang padanya tak kira sejauh mana aku cuba berpaling.

ya, aku suka, sangat suka padanya. titik. di ulang… titik, bukan koma.

ada satu nama yg telah meletak titik di situ, tapi sayang itu bukan namanya.

dia harus tahu betapa keras aku cuba menukar atau lebih baik lagi membuang titik itu.

dia harus tahu bagaimana aku berusaha melangkaui titik mati itu.

dia juga harus tahu saat ini aku sudah terlalu letih mencuba.

aku hanya ingin berehat.

mungkin kemudiannya aku akan mencuba lagi.

mungkin…

again i am faced with a dilemma in my life, not as emotionally wrecking as many times before but to be back in this position where i have to choose... adalah sangat demmm perasaannya and it's a life defining time nevertheless.


do i stand where i am and try and pull myself back up in life or do i risk the moment and see what may come for a future even i can't predict if i wanted to? demmm i dunno.


choices in life. is that all what we have?


choices. the power to choose what we want and how we want it. demmm, is there such thing? bley pilih nak apa dan nak mcamana.


but i do noticed even in seemingly impassable areas of my life where i find myself at a dead end i still do have choices to make. do i try and go foward? or do i just give up?


choices, that is the price of life that we have, the key that defines us as who we are and where our destiny lies.


and where the hell is my destiny lies?


should i say yesss? or just let it go?


demmmmmmm!!!

i believe that i can choose to be happy or not. it’s all in the mindset. change the way the mind thinks and it can do wonders. but masalahnya this fucking brain always so mess up that it seems to choose to be being unhappy rather than being happy, no matter how hard i try to stay away from being miserable.

tapi kadang2 aku rasa mcm otak aku ni the most happiest when i'm at most miserable. i mean, most of the time mcm tu lah kot. sbbnya i think better when i’m miserable, but tend to forget everything when i’m happy. bila sedey baru otak nak berfungsi. bila gumbira lalala~~~ otak letak tepi.

masalah niiihh!!!

jadi kau memilih untuk terus begitu???


sitting at this side of the road.
watching the sky with a glass of lemonade at hand.
read some headlines in the newspapers.
and wait for a miracle to come.


telah aku jelaskan tentang jodoh. tapi masih juga kau bertanya bagaimana andai kau tahu kalau seseorang itu adalah jodohmu?


seperti bunga lalang yg menusuk2 telingamu lalu menghadirkan satu rasa yg lucu tetapi indah dan kamu sedar hanya dia yg berupaya melakukannya.

seperti gesekan sayap kupu2 yg bermain2 di atas telapak tanganmu yg menimbulkan sebuah rasa tak bernama namun kamu tahu belum pernah ada seorang pun yg mampu melakukannya selain dia.

seperti hati yg tiba2 bergetar hebat saat harum sejambak mawar melayang2 di udara lalu tertangkap oleh deria hidumu langsung membibitkan perasaan yg membahagiakan.

seperti sebuah bisikan yg tak pernah kamu ketahui dari siapa, tapi kamu tahu, suara itu tidak berbohong ketika mengatakan kalau dia inilah pasangan jiwamu yg nanti akan menyumbangkan satu rusuknya untukmu?


TAAAAPIII...


there are all hanyalah false alarms.
geletek ditelinga dan telapak tangan yg kamu rasakan hebat, ternyata hanya membuatmu geli.
wangi mawar yg singgah dihidungmu, ternyata malah membuatmu bersin tak henti.
dan suara kecil itu adalah kemahuanmu, bukan isi hatimu.


jadi,


bagaimana kamu boleh terlalu yakin, kalau dia akan datang bertanyakan tentang kerusi di sisimu, sedang hakikatnya dia diam saja di sana malah terus merindu bintangnya?

"kewarasan akli...tu saje jek istilah. yg betol keupayaan fungsi mental,emosi dan tingkah laku mengatasi tuntutan nafsu."


u dont answer me right, doc.
and clearly, u dont practice what u preach.
u only prove urself wrong, again.
maybe u didnt notice but, ur action contradicts ur words.
and i'm not that stupid to undertand ur drama.
na-ah, it's just a waste to put any links here.
baaaaaahhhh!!!

"kalau akak nak hemo ker.....x per...sebab hemo tu normal...cume....kene ade kewarasan akli..."



hahahahhh!!!

siriyes i laughed like sooooo super hard that my stomach and jaw hurt really bad.
giler kelakar la lu bro!!!


and the question is just this, really,
do u actually practice what u preach???

'jadi kamu mengharap akan berlaku satu keajaiban? a miracle?'

'aku percaya pada keajaiban...'

'dear, soalanku berbunyi samada kamu mengHARAP pada keajaiban, bukan samada kamu PERCAYA padanya atau tidak.'

'jadi apa bezanya?'

'ada satu garis halus yg membatasi antara berserah pada takdir dan percaya pada takdir, dear.'

'...'

'dan kini kamu sedang berdiri di antara keduanya.'

'...'

'jadi sampai bila?'

'sampai bila apa?'

'kamu akan menunggunya?'

'menunggu apa?'

'dia...'

'dia? siapa dia?'

'jangan pura2 bodoh, dear. kamu menunggu dia kan? dia, lelaki itu kan?'

'he'll knock my door.'

'but what if he wont?'

'but what if he will?'

'bukankah dia telah memilih untuk terus menunggu di depan pintu perempuan itu, dear?'

'dan aku telah memilih untuk terus menunggu di depan pintunya!'

'bodoh!'

'memang bodoh, tapi sekurang2nya penantian aku penantian bermaruah. dia belum menjadi milik sah mana2 perempuan, sedangkan perempuan yg ditunggu, yg ditagih rindunya itu...'

'kamu keras kepala!!!'

'aku yakin dgn pendirianku.'

'dan ada satu garis halus yg membatasi antara keyakinan dan kedegilan. sekarang kamu...'

'now what? am i standing between the line?'

'yup...!'

'antara ke-yakin-an... dan... ke-degil-an... huh?'

'hmm... dan satu perkara lagi. kamu sedar tak kalau ada satu garis halus yg membatasi antara rasa peduli dgn terlalu ikut campur?'

'peduli... ikut campur?'

'well... kamu pasti faham. dan kedua kakimu berada tepat di atas garisan itu sekarang...'

'...'

there's always a sharp pain in my heart everytime i read his blog.
and unbearable throbing headache when i read hers.
their blogs, the little notes, the comments.
it hurts, really, it eats me inside, yet i read it.
so yeah, i know how much he loves her, how bad he misses her.
and of course, she misses him too.


but for God's sake,
SHE'S MARRIED!!!
.


walaupun kata mereka atas nama friendship, but still i can't help thinking,
apa hukumnya seorg perempuan yg telah bersuami masih bermain emosi dgn lelaki lain? dan apa hukumnya pula, seorang lelaki yg mengetahui dgn jelas perempuan yg dicintainya itu telah menjadi isteri kpd lelaki lain tapi masih juga melafazkan rindu dendamnya secara nyata? ya, sekalipun atas landasan 'persahabatan' (wtf?) sehidup-semati-saling-mengerti-sepenuh-jiwa-raga-forever-and-ever?

ironinya, mereka bukan dari kalangan yg jahil agama malah sangatlaaaaahhh bijaksana...!

bukan berniat to go totally out on the egotistical limb here, but i think in all my life i've been the living diary and emotional shoulder for many pple. in all the time that i have always stood by those i care for, stood by those i dowan to see suffer the same things i do. tak kira mcmana pun, i've always found some strength to pass on to others. strength, faith and maybe some hope that pple need to walk over those moments when u wish u weren't around to live it.


pple always think that i'm funny and spontaneous.


and i have always found it easy to talk to pple that way. it's like whenever my brain registers that someone has something troubling their mind, i immediately put everything aside to make sure they have my full attention. i say the right words at the right time and as a friend said to me, 'shit beb, u're kinda freaking crazy bzbody, yet u're always cool and comforting lah...'.


ye ke?


so the real question is just this really.


why is it everytime i talk to him, i can't be that particular person?


i just wanna know why of all pple in the world, i can't talk to him with the same casual smoothness i do with everyone else, or at least in that same frame of mind.


i just wanna know why of all the guys in the world, all the pple i've been there for as me, i can't be who i'm strongest as around just him. i say the absolute wrong things at the wrong time. and i certainly feel like my chest is about to explode everytime i hear his voice. hasilnya, bercakap tergagap2 merapu mcm org bodoh coz everytime we talk, seems like all the voices in my head, the workload of my problems and the fractured pieces of my life just spills out into one ugly mess of attitude and words.


are relationships of this magnitude always the source of ur greatest strength and also the cause of ur greatest weakness?


if so, that's just sad if it wasn't so ironic.

when she asked my advice tentang masalah perchentaan dia dgn ustaz, well, i did what i always do best. bagi nasehat like a pro!

i told her that love is something that can never vanish from one's heart. once u fall in love, then u are in love with no doubt and question. once a person falls in love with u, never let them go. but if such barriers occur in the lovelife later on, say u give up and he doesnt… and u have done ur part to fight the love back but still u're emotionally exhausted, both of u have nothing else to do but to keep praying to God and be patience. the love is always there, if u're accept the hurt, pain and torture… maybe.

hell i didnt know apa yg aku merepekkan.
i guess only my last piece jek yg make sense,
sila sabar macam Nabi...
hahhh!